Mukjizat Sang Pencipta

Disini aku ingin berbagi kepada teman-teman mengenai pengalaman saya sewaktu masih berpakaian putih abu-abu. Pengalaman ini merupakan inspirasi saya sampai saat ini.

Tepatnya kelas XII SMA. Kala itu aku bersekolah di SMAN 3 Unggulan Kayuagung yang merupakan sekolah yang menjadi kebanggaan di Kabupatenku. Kita semua yang duduk di bangku kuliah tentunya pernah merasakan manis dan pahitnya duduk di kelas dua XII. Waktu itu tentunya kita dihadapkan dengan berbagai momok yang menakutkan yang namanya UN. Disamping itu juga kita dihantui dengan banyaknya  formulir Perguruan Tinggi Negeri favorit di negeri ini yang dating kesekolah kita serta beberapa ujian saringan masuk perguruan tinggi yang sedikit membuat kita memutar otak untuk mengatur waktu kita kala itu. Namun semua itu harus kita lalui agar kita dapat menentukan masa depan kita kedepan.

Nah, berbicara soal PMDK, kala itu disekolahku formulir perguruan tinggi pertama yang masuk yaitu Insititut Pertanian Bogor dimana aku berkuliah sekarang. Kala itu aku awalnya tidak ada niat untuk melanjutkan kuliah disana, tetapi karena formulir pertama tidak salahnya aku ikut mendaftar. Waktu itu dibenakku ikut PMDK IPB hanya untuk sekedar mencari gambaran bagaimana nilai rapot dan prestasi saya dibandingkan orang lain yang juga mendaftar di IPB atau dengan kata lain ikut PMDK hanya main-main saja. Padahal target utama saya yaitu masuk Kedokteran Universitas Sriwijaya yang notabenenya jurusan favorit semua orang.

Seiring waktu berjalan pengumuman IPB pun tiba, ternyata alhamdulillah saya lulus PMDK IPB dengan mengambil jurusan Budidaya Perairan. Saya sangat bersyukur karena Allah memberikan jalan lurus walaupun saya ikut PMDK itu hanya main-main.Waktu itu yang lulus di sekolah saya ada 7 orang, kala itu juga kami dipanggil oleh wakil kesiswaan untuk membicarakan bagaimana kelanjutan dari PMDK ini. Guru pun memberikan nasihat kepada kami bahwa jangan kamu sia-siakan atau tidak mengambilnya karena apabila kalian tidak mengambilnya maka sekolah kita akan diblacklist oleh IPB. Mendengar perkataan guruku itu hatiku pun serasa diguncangkarena aku tidak berniat untuk masuk IPB. Seiring jalannya waktu saya berbicara dengan orang tua bagaimana kelanjutannya, dan orang tua saya menyerahkan keputusan  sepenuhnya kepada saya untuk menentukan pilihan. Apakah diabaikan dan mencoba PMDK FK UNSRI ? atau diambil dengan mengabaikan pilihan utama saya sejak awal ? Akhirnya saya disarankan oleh guru dan orang tua untuk menjalankan shalat istikharah untuk menentukan kedua pilihan itu. Akhirnya dengan penuh keyakinan dan karunia Allah SWT saya memantapkan hati untuk meniti masa depan saya di IPB dengan jurusan Budidaya Perairan. Sering waktu berjalan ternyata saya terus diberikan pencerahan dihati oleh Allah SWT saya bahwa pilihan yang saya pilih tidak salah dan itulah jalan masa depan saya. Orang tua saya pun begitu bersemangat dengan jurusan yang saya pilih dan meyakinkan saya bahwa “jalanmu ada ditanganmu” kami sebagai orang tua hanya sebagai fasilitator mu, kemana kamu melagkah menurut hatimu kami siap untuk menyekolahkanmu dan membuat kamu sukses.

Karena jalan lurus yang diberikan oleh Allah SWT sampai motivasi dari orang tua  yang begitu hebat saya pun sampai detik ini menjalani kuliah tanpa ada satupun beban dan keluh kesah dihati. Saya yakin perasaan enjoy dan tenang selama menjalani kuliah ini merupakan anugrah Allah yang yang sangat besar dan doa orang tua yang begitu kuat. Sampai hari ini pun saya mulai mendapatkan pencerahan untuk menyusun strategi saya untuk menjadi seorang pengusaha ikan yang pada awalnya berkeinginan untuk menjadi seorang dokter. Subhanallah !!! itulah yang dapat saya ungkapkan sampai saat ini untuk memuji keagungan Allah SWT dan ridho kedua orang tuaku atas semua mukjizat yang diberikan kepada diriku.

Pengalaman pribadi saya tersebut merupakan inspirasi bagi diri saya hingga saat ini bahwa kekuatan terbesar didunia ini adalah bersumber dari Allah SWT dan semoga cerita ini dapat menjadi inspirasi kita semua.

Si Penjual Es

Pak Nanong namanya, dia seorang penjual es bungkus keliling di kampung saya dan rumahnya hanya berjarak 100 m dari rumah saya. Pekerjaan yang dianggap orang sangat kecil, karena hasil yang didapatkan didapatkan tak seberapa dibanding jerih payahnya. Usia nya kini sudah menginjak kepala 6 yang berarti tidak sepantasnya bejualan menjajakan es keliling. Namun dengan berbekal semangat untuk terus maju untuk menjadikan anak-anaknya sukses ia tak pantang menyerah.
Pukul 02.00 pagi beliau sudah bangun bersama sang isteri untuk membuat es bungkus tersebut. Dan biasanya tepat pukul 05.00 ia telah menyelesaikan pekerjannya dan berarti es tersebut siap dititipkan di warung-warung atau kedai-kedai di kampung saya.
Setiap hari ia menjalani pekerjaan seperti itu dengan penuh semangat. Hari demi hari-pun ia mengumpulkan uang demi menyekolahkan tiga orang anaknya. Beliau memang berkeinginan menyekolahkan ketiga anaknya sampai ketingat perguruan tinggi, olehkarena itu walaupun pekerjaannya dianggap kecil oleh beberapa orang ia tetap yakin bahwa tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Pemberi. Menurut dia tidak ada yang tidak mungkin dan dunia ini pasti berputar.
Alhasil beberapa tahun kemudian cita-citanya selama ini menjadi kenyataan. Anak pertamanya sekarang telah menyelesaikn pendidikan dokter di Universitas Sriwijaya dan sekarang telah membuka praktek di daerah saya. Karena anak pertamnya telah sukses kedua anaknya yang lain pun turut sukses sampai melanjutkan perguruan tinggi karena sang kakak dapat membantu pembiayaan sekolah mereka. Beliau pun sangat bangga karena selain usahanya keras, ia dikaruniai oleh tuhan anak-anak yang rajin,pintar dan patuh kepada orang tua. Tidak hanya dia para tetangga juga bangga melihat perjuangan hidupnya yang begitu hebat.
Benang merah apa yang dapat kita tarik dari cerita diatas? Perjuangan dan semangat hiduplah yang menjadi inspirasi kita kedepan untuk menjadi manusia yang berkualitas. Hidup ini adalah pilihan, mau kemana kita kedepan itu ada ditangan kita bukan tangan orang lain. Kita harus memiliki mimpi sebagaimana yang dikalakukan Pak Nanong yang bermimpi menyekolahkan anaknya ketingkat perguruan tinggi. Orang hebat di dunia ini pasti dimulai dari mimpi. Mimpi adalah suatu kekuatan yang mendorong kita untuk sukses kedepan. Jadi, bermimpilah untuk jadi pemenang!!!

Konten Acara MPKMB 47

17 Agustus 2010

Acara/Tema

* Upacara Kemerdekaan RI / Membentuk Jiwa Pahlawan di Negara Agraris.
* Sesi Pengenalan IPB / Mengenal dan Memahami IPB lebih dekat

24 September 2010

Acara/Tema

* Opening Ceremony dan Seminar Pertanian / Sambut Pertanian: Laskar Inspirasi Telah Datang
* Diskusi Panel Inspirasi 1 / Kami Cinta Pertanian
* Pengenalan Produk IPB / Cintai dan Banggai IPB
* Diskusi Panel Inspirasi 2 / To Be Super Entrepreneur to Develop My Country, Why Not?
* Temu Laskar / Mengetahui pentingnya webometrics dalam peningkatan citra IPB
* Senam Aerobik Bersama / Kebersamaan dalam Olahraga

25 September 2010

Acara/Tema

* Diskusi Panel Inspirasi 3 / How to be Incredible Student?
* Diskusi Panel Inspirasi 4 / Mahasiswa Pertanian: “Kontribusi Bahasa Kami”
* Training Motivasi / Mahasiswa Pertanian, Mahasiswa berkarakter
* Promosi UKM / Keragaman Mahasiswa dalam Satu IPB
* Manajemen Aksi / Lingkungan Hidup

SOP Peserta MPKMB 47
1) Individu

– Pra MPKMB (17 Agustus 2010)

* Rambut warna asli.
* Untuk putra bertipe 1-2-1. Untuk putri yang tidak berjilbab rambut dikepang dua ala “Gadis Desa” dan menyemaikan pita pada satu ikatan (warna pita sesuai dengan warna panji). Putri yang berjilbab memakai jilbab non bergo, berwarna putih, tidak melilit leher dan pita berjumlah satu disemaikan di sebelah kanan dan kiri atas jilbab.
* WAJIB, memakai pita fleksible yang biasanya dikenakan disekitar pinggang berwarna Z dan memiliki nilai absorbsi 100%.
* WAJIB, tidak bermake-up.
* WAJIB,tidak memakai aksesoris apapun kecuali penunjuk waktu yang digunakan dipergelangan tangan.
* Jubah kebanggaan IPB.
* Memakai hidzaun (bahasa Arab), wajib bertali dan berwarna hitam dominan.
* Untuk putri, memakai pakaian berbentuk kerucut bermodel “A” yang memakainya dimulai dari pinggul, terbuat dari bahan tidak ketat, panjang, berwarna hitam dan tidak memiliki belahan terbuka. Tak lupa, memakai celana training berwarna gelap sebelum memakai pakaian tersebut diatas.
* Untuk putra, memakai pakaian luar yang menutupi bagian badan dari pinggul hingga mata kaki, terbuat dari bahan kain, berwarna hitam pekat dan bermodel formal, bukan model pensil.
* Memakai pembalut kaki berwarna kain kafan sebatas betis.
* Membawa wadah/kemasan yang berbentuk persegi, biasanya bertali dan dipakai di punggung.
* Wajib, membawa alat yang menjadi salah satu judul lagu Rihanna.
* Topi kebanggaan berbentuk kerucut dari anyaman.
* Membawa simbol bangsa Indonesia yang merupakan buah karya pertama Ibu Fatmawati berukuran 15×10 cm terbuat dari kertas.
* Tidak diperkenankan membawa barang-barang berharga, contohnya laptop, hp, perhiasan, dll.

– MPKMB hari pertama (24 September 2010)

* Sama seperti pra-MPKMB, ditambah dengan :
* Alat makan berbentuk cekung kedalam.
* Obat-obatan pribadi.
* Saus menyerupai pasta berwarna coklat yang dibungkus plastic memanjang dengan merek “LASKAR INSPIRASI 47”, minimal dua buah.
* Hasil fermentasi tepung biasanya untuk makanan pokok orang eropa minimal dua buah bermerek “LASKAR INSPIRASI 47”.
* Fluida hasil sampingan respirasi dengan kandungan mineral 1,5 liter bermerek “LASKAR INSPIRASI 47”.
* Alat sholat bagi yang beragama islam.
* Membawa Hanndoek (bahasa belanda) bertulisan “Selamat Pagi” (eng.)
* Minuman selain air mineral, ber pH kurang dari 7.
* Pakaian yang diganti : Syassu diganti dengan salah satu pakaian kebanggaan Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.

– MPKMB hari kedua (25 September 2010)

* Sama dengan MPKMB hari pertama, ditambah dengan :
* Ikat kepala dari kain, lebarnya 4,7 cm dan panjangnya 47 cm berwarna putih , tulisan hitam “LASKAR INSPIRASI 47”.
* Pakaian yang diganti : Pakaian kebanggaan Indonesia diganti dengan memakai kaus lengan panjang berwarna sesuai dengan warna panji masing-masing. Dengan logo IPB ditengahnya.

– Nametag selalu dibawa dengan buku tugas selama MPKMB berlangsung.

IPB Badge

Selamat datang di web anak BDP-FPIK IPB 47. Ini adalah web “Oob Angga” salah satu mahasiswa TPB IPB Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan jurusan Budidaya Perairan (BDP 47).

Bagi teman-teman yang bersedia bertukar info drngan saya mengenai perkuliahan di IPB.

Contact email : oob.angga@gmail.com

IPB Badge
IPB Badge
Waktu adalah pedang
March 2017
S M T W T F S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031